Apakah Baiat Termasuk Rukun Islam? Ini Penjelasan Lengkap dan Dalilnya -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Apakah Baiat Termasuk Rukun Islam? Ini Penjelasan Lengkap dan Dalilnya

Rahmad Widodo

Baiat dan Rukun Islam
Baiat dan Rukun Islam: Penjelasan.png


Dalam perjalanan sejarah Islam, istilah baiat sering terdengar, terutama ketika membahas kepemimpinan, perjuangan dakwah, atau kesetiaan kepada seorang pemimpin. Namun muncul pertanyaan yang cukup sering diperdebatkan: apakah baiat termasuk rukun Islam?

Pertanyaan ini penting dijawab dengan pemahaman yang utuh dan tidak emosional. Artikel ini akan membahas secara sistematis berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadits, dan pandangan para ulama agar kita mendapatkan pemahaman yang jernih.



Pengertian Baiat dalam Islam

Secara bahasa, baiat berasal dari kata Arab “bay‘ah” yang berarti janji setia atau sumpah kesetiaan.

Secara istilah syariat, baiat adalah:

Janji setia seorang Muslim kepada pemimpin untuk taat dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan), bukan dalam kemaksiatan.

Contoh baiat yang paling dikenal dalam sejarah Islam adalah:

  • Baiat Aqabah (sebelum hijrah)

  • Baiat Ridwan (di Hudaibiyah) yang disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Fath ayat 18

Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah...”
(QS. Al-Fath: 10)

Ayat ini menunjukkan bahwa baiat adalah bagian dari sistem sosial dan kepemimpinan dalam Islam.



Apa Itu Rukun Islam?

Rukun Islam adalah lima perkara pokok yang menjadi fondasi keislaman seseorang. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Islam dibangun di atas lima perkara:

  1. Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

  2. Mendirikan shalat

  3. Menunaikan zakat

  4. Puasa Ramadan

  5. Haji ke Baitullah bagi yang mampu.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini sangat jelas dan menjadi kesepakatan mayoritas ulama Ahlus Sunnah.



Apakah Baiat Termasuk Rukun Islam?

Jawaban Tegas: Tidak.

Baiat bukan termasuk rukun Islam.

Alasannya:

  1. Tidak disebutkan dalam hadits tentang lima rukun Islam.

  2. Tidak termasuk dalam fondasi keislaman individu.

  3. Para ulama empat mazhab tidak memasukkan baiat sebagai rukun Islam.

Rukun Islam bersifat pribadi dan individual, sedangkan baiat lebih bersifat sosial dan politik dalam konteks kepemimpinan umat.



Lalu Apa Kedudukan Baiat dalam Islam?

Walaupun bukan rukun Islam, baiat tetap memiliki kedudukan penting dalam konteks:

  • Kepemimpinan umat

  • Ketaatan kepada pemimpin yang sah

  • Stabilitas sosial dan pemerintahan

Dalam Islam, taat kepada pemimpin diperintahkan selama tidak melanggar syariat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, baiat bukan syarat sah Islam seseorang, tetapi merupakan bagian dari sistem tata kelola masyarakat Muslim.



Mengapa Ada Kelompok yang Menganggap Baiat Penting?

Beberapa kelompok atau organisasi Islam menekankan pentingnya baiat sebagai bentuk komitmen keanggotaan atau loyalitas terhadap pemimpin mereka.

Namun perlu dipahami:

  • Baiat organisasi ≠ rukun Islam

  • Baiat jamaah ≠ syarat sah keimanan

Keislaman seseorang tidak gugur hanya karena tidak berbaiat kepada kelompok tertentu.

Islam adalah agama yang berdiri di atas syahadat, bukan di atas keanggotaan organisasi.



Perbedaan Baiat Zaman Nabi dan Baiat Modern

1️⃣ Baiat Zaman Nabi

  • Langsung kepada Rasulullah ﷺ

  • Berkaitan dengan pembentukan masyarakat Islam

  • Bersifat kepemimpinan negara dan agama

2️⃣ Baiat Modern

  • Biasanya dalam lingkup organisasi atau gerakan

  • Tidak bersifat kenegaraan

  • Tidak menentukan sah atau tidaknya keislaman seseorang

Inilah yang sering menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.



Kesimpulan

✔ Baiat adalah janji setia dalam konteks kepemimpinan.
✔ Baiat memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadits.
✔ Namun, baiat bukan rukun Islam.
✔ Rukun Islam tetap lima sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.
✔ Keislaman seseorang tidak bergantung pada baiat kepada kelompok tertentu.

Sebagai Muslim, yang terpenting adalah menjaga aqidah, menjalankan ibadah wajib, dan memahami agama dengan ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan.



Penutup

Memahami agama harus berdasarkan dalil dan penjelasan ulama yang kredibel. Jangan mudah terpengaruh klaim sepihak yang tidak memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Semoga artikel ini membantu meluruskan pemahaman dan menambah wawasan kita tentang konsep baiat dalam Islam.


Source of Writing: Rahmad Widodo | Nganjuk